26.12.12

Selfish Thoughts


Pagi pagi udah meringis gara gara sesuatu yang aku pun baru sadar ketika aku bener bener sedang berada di zona under pressure. hahaha mungkin ini terlihat sedikit alay, tapi biar lah ya, hahah oke mungkin aku perlu menjelaskan sedikit prolog nya, aku bener bener ngerasa under pressure ketika aku memasuki taun terakhirku di SMK. kenapa? ada banyak banget faktor. mulai dari pelajarannya yang ga bisa kalau dibawa nyante, temen sekalas yang diacak lagi, sampe aku ngerasa kayak aku punya tanggung jawab gede banget yang aku sendiri ga tau kapan dan bagaimana aku bisa memulainya. I hate this situation, dan semua mempengaruhi hal yang aku lakukan pada waktu itu. aku males banget berangkat sekolah, karena waktu berjalan begitu lambat. berada pada situasi yang sangat nggak ngenakin pada waktu yang sangat lama itu udah kayak tenggelam di laut dan ga ada yang nolongin. dan that’s really suck hahahah nenek nenek lagi breakdance juga tau kali lah rasanya.

Kadang aku stalk akun para kakak kelasku. Terkadang mereka menyesal lulus dari SMK dan menganggap masa ini masa yang indah. aku mikir “Ya Ampun, dia aja sampe kayak gitu, gimana nasibnya aku besok pas udah lulus juga kayak dia?”
dan dari sini, aku baru sadar, kalo aku di telsa tinggal beberapa bulan, ga ada setahun. dan kenapa aku harus menyia nyiakan waktu yang begitu singkatnya itu hanya untuk sesuatu yang aku lakukan sebagai bentuk protes ku akan keadaan? aku punya banyak orang yang menumpu harapan padaku, dan aku punya orang orang yang tinggal sebentar saja aku dapat bersama mereka, dan kenapa aku harus dikeluti oleh gundah gulana sementara aku seharusnya bisa bersenenang senang karena masih ada waktu yang tersisa? kenapa aku harus merasa lelah dengan semuanya, ketika aku hanya bisa merasakan itu beberapa bulan saja? kenapa aku complain akan hal yang sudah tidak mungkin bisa aku ubah, kecuali aku mengubah diriku untuk membuat bulan bulan terakhir nampak indah? kenapa aku masih saja bermalas malasan karena keadaan tidak bersahabat denganku, padahal di sisi lain, masa depan menunggu tanpa peduli keadaanku?
aku punya orang tua yang ingin aku bahagiakan, aku punya temen temen yang sangat super, dan mereka berjuang pula, aku punya partner yang selalu mendukungku, dan aku punya masa depan yang harus aku tulis. aku ga berjuang sendirian, dan syukur, aku sadar sebelum semua terlambat.

22.11.12

fake

Lulus SMK - Kuliah di PTN Favorit - Lulus dengan nilai bagus - kerja di perusahaan gede - menikah - punya anak - mati.

rasanya diliat aja udah ngebosenin, ya emang NGEBOSENIN siklus hidup yang udah bisa ditebak. oke, mungkin ini terlihat sedikit konyol. karena, pada dasarnya untuk meraih itu semua, nggak gampang. butuh perjuangan. dan sempat berfikir, setelah aku dapetin itu semua, terus aku mau ngapain? udah gitu aja?
awalnya aku ngerasa pengen nulis cerita buat hidupku, cerita yang besok nggak bakalan usang buat aku ceritain ke anak anakku. idealisme masih menang diatas segalanya. berpetualang buat nyari cerita hidup sebanyak banyak nya mungkin itulah tujuan utamaku saat itu.
tapi, tapi, tapi, apa aku bisa hidup sesuka hatiku? aku bisa ndapetin semuanya secara instan? tanpa peduli apa yang ada disekitarku? dan tau jawabannya? jawabannya adalah TIDAK. aku butuh banyak hal yang bisa bikin aku mewujudkan semua itu. aku butuh realita! realita hidup yang dapat mencover idealisme.
mungkin saat ini aku harus bergelut dan mengejar hal yang sama sekali tidak aku suka. satu hal yang selalu membuatku tetap bertahan menjalani semua ini adalah mimpi mimpiku.

13.11.12

Being old isn’t fun. I can’t cry when I couldn’t face my day, Parents can’t fix every trouble that I’ve made, Everyone is busy with their business, and also they start to use their mask to get what they need. I miss my childhood.

24.10.12

I really want to know the feel of living free. Without any attachments, without any weights hung on these shoulders, without any rule how to think or how to act. I want to know more about this world we are living in.

20.10.12

Tolerance and Addiction

Baru-baru ini saya melihat jenis baru dari sebuah ketergantungan, ini adalah sebuah ketergantungan akan sebuah bantuan. Memang membantu merupakan seuatu yang sangat dianjurkan oleh agama manapun, tetapi kecanduan dengan sebuah bantuan merupakan sesuatu yang sangat menyebalkan, menurut saya itu membuat seseorang yang melakukannya tidak bisa berbuat apa-apa seorang diri. Menurut saya ketergantungan bantuan hanya akan terlihat wajar bagi para penderita down syndrome.
Apa enaknya bisa hidup mudah tapi karena rasa “ngga enak” seseorang? Tinggal diem nunggu semuanya beres? mening sekalian aja ngebayar orang buat ngejokiin hidup. Menurut saya jelas itu merupakan  perbuatan yang benar-benar egois, menempatkan kepercayaan seseorang sebagai posko bantuan, tapi mungkin ini lebih parah daripada posko bantuan, karena di posko bantuan sekalipun, para penghuninya diajarkan untuk bisa melakukan segala aktivitas dengan mandiri (lagi).
“Sebuah pekerjaan akan terasa lebih benar bila dikerjakan sendiri”

12.10.12

Karena hanya seorang pengecut yang mengharapkan hidup yang sempurna

9.10.12

Who cares what everyone thinks ?



Just be my self :p

Okay well. i live in a place that so s*ck. Every people there always say anything that they want that what I do. Like now, I join a organization in school, they say that people who give me test is not see my test but because he/she know me. Or the other case, I join a extracurricular in my school, debate team. Someone say that I am not compatible to be debater. My coach not say that but why, you people who don’t know anything about debate say that?
Its just simple case that make me so disappointed. I think people that from big city and have good education is good in socialization. But the fact and the practec its not right. They have many mouth that ready for judge people around them. They not see its good or not, but just open their mouth.