I am the left brain. I am a scientist. A mathematician. I love the familiar. I categorize. I am accurate. Linear. Analytical. Strategic. I am practical. Always in control. A master of words and language. Realistic. I calculate questions and play with numbers. I am order. I am logic. I know exactly who I am.
I am the right brain. I am creativity. A free spirit. I am passion. Yearning. Sensuality. I am the sound of roaring laughter. I am taste. The feeling of sand beneath bare feet. I am movement. Vivid colors. I am the urge to paint on an empty canvas. I am boundless imagination. Art. Poetry. I sense. I feel. I am everything I wanted to be.
20.9.12
belakangan ini berubah jadi perempuan aneh yang melow dan cengeng
parah. tau,tau banget yang bikin kayak gini sebenernya tu pikiran
negatifku sendiri. sampe bingung bilangnya. really need shoulder to cry
on lah.
sedih. nyesek. nangis tanpa tau harus bilang ke siapa, cerita ke siapa. capek. sampe dibilang “kamu kenapa to kok beda?” “kamu tu kalo ada apa apa mbok cerita sama aku. jangan dipendem sendiri” :(( pengen banget cerita sama kamu tapi gatau gimana bilangnya.
cuma pengen tenang lagi kayak sebelum sebelum ini. pengen ngga kepikiran yang engga engga. pengen jadi orang yang santai dan ngga emosian kayak gini. capek sendiri. kesel sendiri. sedih banget sebenernya. rasanya numpuk numpuk aja gitu masalahnya. ya tau,aku sendiri yang bikin masalah itu ada. dan sekarang gatau gimana caranya biar semua balik kayak biasanya.
:(
sedih. nyesek. nangis tanpa tau harus bilang ke siapa, cerita ke siapa. capek. sampe dibilang “kamu kenapa to kok beda?” “kamu tu kalo ada apa apa mbok cerita sama aku. jangan dipendem sendiri” :(( pengen banget cerita sama kamu tapi gatau gimana bilangnya.
cuma pengen tenang lagi kayak sebelum sebelum ini. pengen ngga kepikiran yang engga engga. pengen jadi orang yang santai dan ngga emosian kayak gini. capek sendiri. kesel sendiri. sedih banget sebenernya. rasanya numpuk numpuk aja gitu masalahnya. ya tau,aku sendiri yang bikin masalah itu ada. dan sekarang gatau gimana caranya biar semua balik kayak biasanya.
:(
6.9.12
Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan, seperti meringkuk dalam
selimut hangat pada malam yang hujan. Seperti menemukan keping terakhir
puzzle yang sedang kau susun. Cinta ini sudah berada tepat di tempat
yang seharusnya, di ruang hatimu dan hatiku.
Namun, mengapa resah justru yang merajai kita? Padahal, katanya cinta sanggup menjaga. Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu.
Aku mencintaimu. Selalu. Dan, mereka tak perlu tahu…
Namun, mengapa resah justru yang merajai kita? Padahal, katanya cinta sanggup menjaga. Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu.
Aku mencintaimu. Selalu. Dan, mereka tak perlu tahu…
23.8.12
Aku benci ketika kamu nggak ngerti apa yang aku mau .
Aku benci ketika kamu nggak tau apa yang harus kamu lakuin .
aku benci ketika kamu nggak peka .
aku benci ketika kamu nggak pernah punya waktu untukku .
aku benci ketika kamu mengakhiri semua percakapan .
aku benci ketika kamu menomer sekian-kan diriku .
aku benci ketika kamu lebih mementingkan orang lain daripada aku .
aku benci ketika kamu nggak tau salahmu .
aku benci ketika kamu marah saat aku juga marah padamu .
aku benci ketika kamu mengatakan semuanya seolah-olah salahku .
aku benci ketika kamu berjanji namun kau tidak pernah bisa menepati .
aku benci ketika kamu menyayangiku namun kamu tidak menyayangiku dengan semestinya :’
bahkan ketika kini aku sudah mencintaimu kau mampu berbuat sesukamu, sekarang terserah , terserah! teruskan saja apa maumu , nanti perasaanku terhadapmu akan hilang dengan sendirinya . Itukan yang kamu mau? itu ? selama ini hanya itu? baiklah ,terimakasih telah mengukir namamu dihatiku namun justru terasa sangat perih dan membekas !
Aku benci ketika kamu nggak tau apa yang harus kamu lakuin .
aku benci ketika kamu nggak peka .
aku benci ketika kamu nggak pernah punya waktu untukku .
aku benci ketika kamu mengakhiri semua percakapan .
aku benci ketika kamu menomer sekian-kan diriku .
aku benci ketika kamu lebih mementingkan orang lain daripada aku .
aku benci ketika kamu nggak tau salahmu .
aku benci ketika kamu marah saat aku juga marah padamu .
aku benci ketika kamu mengatakan semuanya seolah-olah salahku .
aku benci ketika kamu berjanji namun kau tidak pernah bisa menepati .
aku benci ketika kamu menyayangiku namun kamu tidak menyayangiku dengan semestinya :’
bahkan ketika kini aku sudah mencintaimu kau mampu berbuat sesukamu, sekarang terserah , terserah! teruskan saja apa maumu , nanti perasaanku terhadapmu akan hilang dengan sendirinya . Itukan yang kamu mau? itu ? selama ini hanya itu? baiklah ,terimakasih telah mengukir namamu dihatiku namun justru terasa sangat perih dan membekas !
Langganan:
Komentar (Atom)