its has been a long time
not blogging, not use internet, not browsing, anything that make me happy
but, fyi, i have great experience
awalnya aku pikir ini adalah batu sandungan dalam berorganisasi
aku mengadakan sebuah acara
internasional
tidak main-main kan?
disini aku ditunjuk sebagai koordinator acara. istilahnya disini aku tuan rumahnya. aku bobrok, semuanya bobrok
tahukah?
aku trauma dengan hal seperti ini
beberapa kali aku menjadi tuan rumah, ntah acaraku gagal, batal auat terealisasikan tapi dengan hubungan yang tidak sehat didalamnya
hmm
aku hanya bisa mengangguk
naif bila aku menolak
kapan lagi mendapat rejeki
tapi, ini tidak mudah
jujur, aku kehilangan semangat
ingin menyerah
ah, ngapain. bikin capek
...
suatu ketika, aku mendapat tawaran untuk membantu pekerjaan teman satu kepanitiaan
males. bosan.
tapi pertama kali datang
inilah yang membuatku berubah pikiran
aku rasa aku memiliki banyak saudara kandung, ayah, ibu, kakak, adik. lengkap
kami mengerjakan tugas-tugas kepanitiaan tanpa beban
aku hanya merasa sepertinya mereka menaruh harapan kepadaku. bukannya geer sih
lambat laun aku mulai terhanyut oleh pikiran 'mensukseskan acara'
banyak tekanan, himpitan, kesalahan dalam mengadakan acara ini
salah satunya adalah mulai pecahnya 'teamwork'
seindah-indahnya hubungan, selalu ada kerikil tajam
pernah suatu malam, aku tak bisa tidur, mataku terus terjaga, hatiku sakit, ingin menangis, tapi tak tau apa yang aku tangisi
ya, itu berlanjut
sampai pada hari-H acara
...
siapa sangka acaraku lancar. masalah pasti ada
ah sudahlah
yang penting lancar aja, urusan sukses atau tidak toh itu penilaian orang lain
udah usaha aja bagus
nb: aku sayang kalian litbang
7.4.15
1.1.15
senggol bacok
kamu tau definisinya?
jarang denger mungkin ya?
gininih aku jelasin
kalo peribahasa itu, 'jangan membangunkan ular tidur'
fyi, ular kalo kebangun pasti cari mangsa kan? kalo tidur dia diem kan?
nah sama definisinya kaya 'senggol bacok'
bedanya, yang ini manusia, yang ini aku HA-HA-HA
kurang jelas?
emm, bisa dibilang gini ya
aku gabakal ganggu atau usik urusan orang selama orang tersebut diam dengan kehidupanku
tapi sekarang keadaannya beda, aku ga cuman disenggol, tapi diinjek
you-know-kalo-disenggol-aja-bacok, bisa-bayangin-kalo-diinjek-bakal-ngapain
bukannya aku dendam, cuman menunjukkan keberadanku aja kok, semut diinjek bisa gigit, aku bisa...
setiap manusia mempunyai hak untuk membela apa yang sudah menjadi haknya, camkan itu!
jarang denger mungkin ya?
gininih aku jelasin
kalo peribahasa itu, 'jangan membangunkan ular tidur'
fyi, ular kalo kebangun pasti cari mangsa kan? kalo tidur dia diem kan?
nah sama definisinya kaya 'senggol bacok'
bedanya, yang ini manusia, yang ini aku HA-HA-HA
kurang jelas?
emm, bisa dibilang gini ya
aku gabakal ganggu atau usik urusan orang selama orang tersebut diam dengan kehidupanku
tapi sekarang keadaannya beda, aku ga cuman disenggol, tapi diinjek
you-know-kalo-disenggol-aja-bacok, bisa-bayangin-kalo-diinjek-bakal-ngapain
bukannya aku dendam, cuman menunjukkan keberadanku aja kok, semut diinjek bisa gigit, aku bisa...
setiap manusia mempunyai hak untuk membela apa yang sudah menjadi haknya, camkan itu!
31.12.14
Keluarga adalah bagian dimana kamu saling menjaga
Bukan maju sendiri untuk mencapai ambisi pribadi
Bukan pula menghalangi jalan anggota keluarga lain
Apalagi menjatuhkan
Keluarga adalah bagian dimana kita saling berbagi
Bukan berbagi derita untuk dirasakan bersama
Bukan pula berbagi kebahagiaan
Tetapi berbagi kehidupan
Keluarga tidak selalu mereka yang ada dalam silsilah keluarga
Keluarga bukan pulang hanya sebuah nama apalagi slogan semata
Namun keluarga adalah nama untuk mereka yang selalu 'bersama'
Berapa keluarga yang kamu miliki?
Sudahkah kamu saling menjaga, berbagi dan bersama?
Jangan bermain-main dengan kata-kata 'keluarga'
Ingat, seluruhnya bisa menjadi bumerang
Ingat, mulutmu harimaumu
Berfikir sebelum bertindak, cerdaslah dalam berkata
Bukan maju sendiri untuk mencapai ambisi pribadi
Bukan pula menghalangi jalan anggota keluarga lain
Apalagi menjatuhkan
Keluarga adalah bagian dimana kita saling berbagi
Bukan berbagi derita untuk dirasakan bersama
Bukan pula berbagi kebahagiaan
Tetapi berbagi kehidupan
Keluarga tidak selalu mereka yang ada dalam silsilah keluarga
Keluarga bukan pulang hanya sebuah nama apalagi slogan semata
Namun keluarga adalah nama untuk mereka yang selalu 'bersama'
Berapa keluarga yang kamu miliki?
Sudahkah kamu saling menjaga, berbagi dan bersama?
Jangan bermain-main dengan kata-kata 'keluarga'
Ingat, seluruhnya bisa menjadi bumerang
Ingat, mulutmu harimaumu
Berfikir sebelum bertindak, cerdaslah dalam berkata
kamu tahu rasanya ketika merasa dalam sebuah tempat bersama puluhan pengecut?
kamu tahu rasanya ketika terjebak dalam situasi diluar dugaan yang sebenarnya tak diinginkan?
kamu tahu rasanya ketika mendengar celotehan orang yang tak tahu apa-apa tapi berlagak tahu segalanya?
kamu tahu rasanya ketika berhadapan dengan makhluk munafik ciptaan Tuhan?
kamu tahu rasanya ketika berbicara dengan bola yang selalu menggelinding sesuka hati?
kamu tahu rasanya ketika mempunyai orang-orang terdekat yang ternyata ingin menusukmu dari belakang?
kamu tahu rasanya bersalaman dengan orang yang ternyata mempunyai pistol untuk menembak kita?
kamu takkan pernah tahu rasanya, karena kamu adalah orang yang aku bicarakan dan aku yang menghadapi kalian. terimakasih (yang katanya) keluarga-ku
kamu tahu rasanya ketika terjebak dalam situasi diluar dugaan yang sebenarnya tak diinginkan?
kamu tahu rasanya ketika mendengar celotehan orang yang tak tahu apa-apa tapi berlagak tahu segalanya?
kamu tahu rasanya ketika berhadapan dengan makhluk munafik ciptaan Tuhan?
kamu tahu rasanya ketika berbicara dengan bola yang selalu menggelinding sesuka hati?
kamu tahu rasanya ketika mempunyai orang-orang terdekat yang ternyata ingin menusukmu dari belakang?
kamu tahu rasanya bersalaman dengan orang yang ternyata mempunyai pistol untuk menembak kita?
kamu takkan pernah tahu rasanya, karena kamu adalah orang yang aku bicarakan dan aku yang menghadapi kalian. terimakasih (yang katanya) keluarga-ku
29.12.14
Selamat malam, Bapak, Ibu!
Satu dua jam berlalu setelah kita bertemu. Terasa lama ya, Bu. Ingin rasanya hari-hariku selalu bertemu dengamu. Telfonmu 2x sehari masih membuatku rindu. Berlebihankah?
Maafkan aku yang takpernah pulang tapi berkata rindu. Munafik ya, Bu? Aku hanya sulit mengekspresikan rasa rinduku padamu. Walau aku tak pernah pulang, tak inginkah Ibu tahu bahwa sebenarnya aku ingin kembali tinggal satu atap denganmu seperti 5 tahun lalu?
Tak terasa ya Bu, anakmu ini hidup merantau hingga 5 tahun ini. Tapi rasanya aku tak ingin tumbuh dewasa Bu, semakin aku dewasa, waktuku bersama Ibu semakin berkurang. Maafkan anakmu Bu, aku belum bisa membagi waktu.
Bu, saat ini aku benar-benar merasakan kehidupan. Lepas dari pelukanmu. Dingin disini Bu. Banyak yang melukaiku. Senjataku belum terlalu canggih untuk melawan mereka. Ajari aku, Bu.
Hidup ini sulit ya, Bu. Sulit sekali. Bahkan untuk berkata bohongpun aku harus memutar otak. Sesulit inikah jalan yang telah kau tempuh, Bu? Bagaimana semua ini terlewati, Bu? Apa ini hanya sesaat?
Bu, inikah ombak yang kau katakan? Ombak yang senantiasa menerpa karang dan saat ini aku yang menjadi karangnya. Ombaknya terlalu besar, Bu. Aku takut.
Bapak? Masihkah berkutat dengan laptop, kopi dan rokok? Mari sejenak kita liburan. Ke luar kota. Yang jauh. Yang bikin lupa sama kejamnya dunia.
Bagaimana untuk selalu sabar, Pak? Mereka menginjakku tanpa memberiku ruang bebas. Aku ingin bernafas. Bantu aku, Pak.
Pak, apa hidupku sedang diuji? Sudah sewajarnya roda selalu berputar, kenapa rodaku selalu dibawah?
Aku selalu ingat kata-kata, "Hidup sedang tidak seperti biasanya dan yakinlah bahwa ini hanya sementara, Tuhan sedang menguji ketegaran kita"
Selamat Hari Ibu, Selamat Ulang Tahun Bapak, Selamat Hari Pernikahan kesayanganku
Doakan anakmu Bu, jangan sampai aku mengecewakanmu.
Semoga Allah selalu merindhoi dan melancarkan jalanku, semoga Ibu dan Bapak selalu diberi kesehatan dan bisa menyaksikan anak-anakmu sukses nantinya. Amin!
-Adek
Satu dua jam berlalu setelah kita bertemu. Terasa lama ya, Bu. Ingin rasanya hari-hariku selalu bertemu dengamu. Telfonmu 2x sehari masih membuatku rindu. Berlebihankah?
Maafkan aku yang takpernah pulang tapi berkata rindu. Munafik ya, Bu? Aku hanya sulit mengekspresikan rasa rinduku padamu. Walau aku tak pernah pulang, tak inginkah Ibu tahu bahwa sebenarnya aku ingin kembali tinggal satu atap denganmu seperti 5 tahun lalu?
Tak terasa ya Bu, anakmu ini hidup merantau hingga 5 tahun ini. Tapi rasanya aku tak ingin tumbuh dewasa Bu, semakin aku dewasa, waktuku bersama Ibu semakin berkurang. Maafkan anakmu Bu, aku belum bisa membagi waktu.
Bu, saat ini aku benar-benar merasakan kehidupan. Lepas dari pelukanmu. Dingin disini Bu. Banyak yang melukaiku. Senjataku belum terlalu canggih untuk melawan mereka. Ajari aku, Bu.
Hidup ini sulit ya, Bu. Sulit sekali. Bahkan untuk berkata bohongpun aku harus memutar otak. Sesulit inikah jalan yang telah kau tempuh, Bu? Bagaimana semua ini terlewati, Bu? Apa ini hanya sesaat?
Bu, inikah ombak yang kau katakan? Ombak yang senantiasa menerpa karang dan saat ini aku yang menjadi karangnya. Ombaknya terlalu besar, Bu. Aku takut.
Bapak? Masihkah berkutat dengan laptop, kopi dan rokok? Mari sejenak kita liburan. Ke luar kota. Yang jauh. Yang bikin lupa sama kejamnya dunia.
Bagaimana untuk selalu sabar, Pak? Mereka menginjakku tanpa memberiku ruang bebas. Aku ingin bernafas. Bantu aku, Pak.
Pak, apa hidupku sedang diuji? Sudah sewajarnya roda selalu berputar, kenapa rodaku selalu dibawah?
Aku selalu ingat kata-kata, "Hidup sedang tidak seperti biasanya dan yakinlah bahwa ini hanya sementara, Tuhan sedang menguji ketegaran kita"
Selamat Hari Ibu, Selamat Ulang Tahun Bapak, Selamat Hari Pernikahan kesayanganku
Doakan anakmu Bu, jangan sampai aku mengecewakanmu.
Semoga Allah selalu merindhoi dan melancarkan jalanku, semoga Ibu dan Bapak selalu diberi kesehatan dan bisa menyaksikan anak-anakmu sukses nantinya. Amin!
-Adek
26.11.14
hai teman,
sudah lama tak bersua
sudah lama tak saling sapa
ah
kini semakin sibuk
sudahlah, kini aku mengerti arti tumbuh dewasa
menggapai yang lain namu tak lupa melepaskan yang sudah ada
maafkan aku, teman
kini cukup menunggu untuk sama-sama berada dipuncak,
tanpa menjatuhkan kerikil untuk lawan
berjuanglah dijalan masing-masing
sudah lama tak bersua
sudah lama tak saling sapa
ah
kini semakin sibuk
sudahlah, kini aku mengerti arti tumbuh dewasa
menggapai yang lain namu tak lupa melepaskan yang sudah ada
maafkan aku, teman
kini cukup menunggu untuk sama-sama berada dipuncak,
tanpa menjatuhkan kerikil untuk lawan
berjuanglah dijalan masing-masing
19.11.14
11.11.14
Ada seorang gadis kecil yg lucu imut pintar berubah jd perempuan dewasa
yg lemah, gatau tujuan hidupnya kemana, selalu berpura-pura. Yg pngen
balik ke masa kecil yg menurutnya menyenangkan, enggak tau cinta, sakit,
kehilangan, kekecewaan yg dia tau cuma main dan main.
Dia selalu bertanya kepada Tuhan setiap mlm sambil melihat bintang di balkon rumah.
"Tuhan apa rncana indah untukku masih panjang? Sampai kapan aku harus menunggu keajaibanmu? Aku lelah berbohong didepan mereka, Tuhan."
Selalu dan selalu pertanyaan yg sama.
Keesokkan dia sekolah dan salah satu teman dr si perempuan berkata
"Kamu hebat, tetap ceria dan tetap jadi seorang perempuan yg tersenyum saat mendapatkan masalah seperti ini"
Si gadis hanya tersenyum dan menjawab "aku tak masalah, aku sudah biasa sendiri"
Dan pada malam harinya lagi dia melakukan hal yg sama
"Tuhan, mereka berkata aku hebat. Mereka tidak tahu selama ini aku berpura2 bahagia, aku berpura2 bahwa aku bisa sesungguhnya aku butuh seseorangnya yg bs merangkul. Tuhan aku tidak sanggup lagi, maafkan aku yg begitu berputus asa"
Pada akhirnya si gadis bertemu dengan seorang wanita yg sekilah di pesantren dan dia berkata.
"Tenanglah, Tuhanmu tidak akan pernah tidur. Tuhan selalu punya rencana indah untuk umatnya. Tuhan sayang padamu maka-Nya memberimu cobaan. Cepat atau lambat kamu akan tau itu. Kamu tidak pernah sendiri. Kamu punya Tuhan yg Maha Segala-Nya.
*selesaiiiii*
Dia selalu bertanya kepada Tuhan setiap mlm sambil melihat bintang di balkon rumah.
"Tuhan apa rncana indah untukku masih panjang? Sampai kapan aku harus menunggu keajaibanmu? Aku lelah berbohong didepan mereka, Tuhan."
Selalu dan selalu pertanyaan yg sama.
Keesokkan dia sekolah dan salah satu teman dr si perempuan berkata
"Kamu hebat, tetap ceria dan tetap jadi seorang perempuan yg tersenyum saat mendapatkan masalah seperti ini"
Si gadis hanya tersenyum dan menjawab "aku tak masalah, aku sudah biasa sendiri"
Dan pada malam harinya lagi dia melakukan hal yg sama
"Tuhan, mereka berkata aku hebat. Mereka tidak tahu selama ini aku berpura2 bahagia, aku berpura2 bahwa aku bisa sesungguhnya aku butuh seseorangnya yg bs merangkul. Tuhan aku tidak sanggup lagi, maafkan aku yg begitu berputus asa"
Pada akhirnya si gadis bertemu dengan seorang wanita yg sekilah di pesantren dan dia berkata.
"Tenanglah, Tuhanmu tidak akan pernah tidur. Tuhan selalu punya rencana indah untuk umatnya. Tuhan sayang padamu maka-Nya memberimu cobaan. Cepat atau lambat kamu akan tau itu. Kamu tidak pernah sendiri. Kamu punya Tuhan yg Maha Segala-Nya.
*selesaiiiii*
1.11.14
31.10.14
10.9.14
9.9.14
sedikit waktu yang kau miliki
luangkanlah , untukku
harap secepatnya datangi aku
sekali ini kumohon padamu
ada yang ingin kusampaikan
sempatkanlah
hampa, kesal dan amarah seluruhnya ada di benakku
tandai seketika hati yang tak terbalas oleh cintamu
kuingin marah melampiaskan
tapiku hanyalah sendiri disini
ingin kutunjukan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku
kecewa
sedetik menunggumu disini seperti seharian
berkali kulihat jam ditangan
demi memburu waktu
tak kulihat tanda kehadiranmu yang semakin meyakiniku
kau tak datang
luangkanlah , untukku
harap secepatnya datangi aku
sekali ini kumohon padamu
ada yang ingin kusampaikan
sempatkanlah
hampa, kesal dan amarah seluruhnya ada di benakku
tandai seketika hati yang tak terbalas oleh cintamu
kuingin marah melampiaskan
tapiku hanyalah sendiri disini
ingin kutunjukan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku
kecewa
sedetik menunggumu disini seperti seharian
berkali kulihat jam ditangan
demi memburu waktu
tak kulihat tanda kehadiranmu yang semakin meyakiniku
kau tak datang
Langganan:
Postingan (Atom)
